SBY Berikan Kuliah Umum di Lemhannas: Geopolitik dan Kebijakan Nasional di Era Global
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dengan tema yang mengangkat isu geopolitik global dan arah kebijakan nasional di tengah kompleksitas dinamika dunia saat ini.
Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa kuliah umum tersebut merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan kader pimpinan nasional. Acara ini berlangsung secara tertutup dan dihadiri oleh peserta Program Pendidikan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan ke-27 dan Program Pendidikan Penyiapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-69, dengan total peserta mencapai 175 orang dari berbagai latar belakang.
Poin-Poin Penting dalam Kuliah Umum
Dalam kuliah umumnya, SBY menekankan tiga poin penting yang harus diperhatikan oleh para calon pemimpin:
- Isu Geopolitik Global: SBY menekankan pentingnya pemahaman terhadap isu geopolitik global yang memiliki dampak langsung terhadap kondisi dalam negeri. Ia menyatakan bahwa calon pemimpin nasional perlu memiliki perspektif global untuk memahami dampak tersebut.
- Peran Aktif Indonesia dalam Diplomasi Internasional: SBY juga menggarisbawahi pentingnya peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Ia mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan prinsip bahwa 'satu musuh terlalu banyak, seribu kawan terlalu sedikit' sebagai dasar diplomasi Indonesia untuk menciptakan perdamaian dunia.
- Penguatan ASEAN: Poin terakhir yang disampaikan adalah pentingnya penguatan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai kekuatan multilateral kawasan. SBY menegaskan bahwa ASEAN harus terus diperkuat untuk menjaga stabilitas geopolitik di regional.
Selain itu, SBY juga membahas potensi konflik global yang berisiko memicu perang dunia ketiga, dengan menyebutkan beberapa kawasan yang mengalami eskalasi tinggi, seperti Laut Cina Selatan, Semenanjung Korea, konflik Cina-Taiwan, perang Rusia-Ukraina, dan ketegangan di Timur Tengah.




