Perbanas Menggelar Seminar Perpajakan Nasional, Bahas Arah Kebijakan Pajak 2026
Sumber Foto: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia
Arah Kebijakan

Perbanas Menggelar Seminar Perpajakan Nasional, Bahas Arah Kebijakan Pajak 2026

Jakarta, IKPI - Seminar Perpajakan Nasional bertema "Outlook Arah Kebijakan dan Administrasi Perpajakan Indonesia Tahun 2026" diselenggarakan oleh Perbanas Institute pada Rabu, 25 Februari 2026. Seminar ini menghadirkan empat Ketua Umum asosiasi konsultan pajak dan Ketua Umum Perkumpulan Tax Center dan Akademisi Pajak Seluruh Indonesia (PERTAPSI), sebagai bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan organisasi profesi dalam membahas dinamika perpajakan nasional.

Wakil Rektor II Perbanas Institute, Prof. Dr. Haryono Umar, menekankan pentingnya kehadiran para pemimpin asosiasi dalam seminar ini. "Kami ingin mahasiswa dan praktisi mendapatkan pandangan langsung mengenai arah kebijakan perpajakan yang terus berkembang dengan cepat," ujarnya.

Peserta Seminar

Empat Ketua Umum asosiasi konsultan pajak yang hadir dalam seminar ini adalah:

  • Vaudy Starworld, Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI);
  • Dr. Gilbert Rely, Ketua Umum Perkumpulan Konsultan Pajak Indonesia (PerkoppI);
  • Dr. Suherman Saleh, Ak., M.Sc., CA, Ketua Umum Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I);
  • Susy Suryani Suyanto, Ketua Umum Perkumpulan Profesi Pengacara dan Konsultan Pajak Indonesia (P3KPI);
  • Darussalam, Ketua Umum PERTAPSI.

Dinamika Regulasi dan Peran Konsultan Pajak

Dalam paparannya, Prof. Haryono juga menyoroti perubahan regulasi, terutama terkait revisi Undang-Undang BUMN melalui UU Nomor 1 Tahun 2025. Ia menjelaskan bahwa regulasi ini menegaskan pentingnya keputusan bisnis yang diambil dengan itikad baik dan profesionalisme. "Prinsip itikad baik dan kehati-hatian profesional sangat relevan bagi para konsultan pajak," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini penerimaan negara sangat bergantung pada sektor perpajakan. "Dulu, pembangunan banyak ditopang oleh penerimaan bukan pajak dari sektor migas, tetapi kini pajak menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan nasional," kata Prof. Haryono.

Pentingnya Kompetensi Perpajakan bagi Mahasiswa

Seminar ini tidak hanya ditujukan bagi kalangan praktisi, tetapi juga menjadi pesan penting bagi mahasiswa. Prof. Haryono mengingatkan bahwa kompetensi perpajakan merupakan kebutuhan utama di dunia kerja. "Lulusan akuntansi yang tidak memahami perpajakan akan kesulitan bersaing. Oleh karena itu, forum seperti ini penting untuk memperluas wawasan sejak dini," ujarnya.

Melalui seminar yang melibatkan berbagai asosiasi ini, Perbanas Institute berharap dapat terbangun sinergi yang berkelanjutan antara kampus dan organisasi profesi. Dialog lintas asosiasi diharapkan dapat menghasilkan pandangan komprehensif mengenai arah kebijakan dan administrasi perpajakan 2026, serta memperkuat kontribusi sektor pajak dalam mendukung pembangunan nasional.