Peran Buruh dalam Penentuan Arah Kebijakan Bangsa
Arahan News - Riadi Saputra, Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Pelalawan, menegaskan pentingnya peran buruh dalam menentukan arah kebijakan bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam agenda Konsolidasi Organisasi FSPMI se-Kabupaten Pelalawan di Sekretariat KC FSPMI Pelalawan.
Awal Kejadian
Konsolidasi ini berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan buruh. Dalam kesempatan tersebut, Riadi menyampaikan bahwa buruh memiliki kekuatan signifikan dalam perekonomian nasional, namun peran politik mereka masih lemah. Ia menyoroti bahwa banyak keputusan mengenai nasib buruh diambil tanpa keterlibatan yang memadai dari para pekerja.
Perkembangan
Riadi mengingatkan bahwa politik harus dipahami sebagai arena perjuangan untuk mewujudkan berbagai kebijakan terkait ketenagakerjaan, pengupahan, jaminan sosial, dan kesejahteraan rakyat. Ia menekankan bahwa proses politik berperan dalam pembuatan undang-undang dan penetapan anggaran negara. Oleh karena itu, buruh tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus aktif terlibat dalam proses tersebut.
Riadi juga menambahkan bahwa selain unjuk rasa dan dialog bipartit, keterlibatan dalam proses demokrasi sangat penting untuk memastikan aspirasi buruh dapat terwujud dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Ia mengajak buruh untuk tidak hanya diingat saat pemilu, tetapi juga aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah setelahnya.
Kondisi Terakhir
Di akhir penyampaian, Riadi mengajak seluruh pekerja, khususnya di Kabupaten Pelalawan, untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan pendidikan politik. Ia percaya bahwa buruh yang memiliki pemahaman politik akan lebih siap memperjuangkan hak mereka di lingkungan kerja dan dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, buruh yang bersatu dan memiliki kesadaran politik dapat menjadi kekuatan untuk mewujudkan kebijakan yang adil dan meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerja di Indonesia.




