Pemerintah Percepat Pembangunan Ekosistem Olahraga Nasional Terpadu
Sumber Foto: RM.ID
Olahraga

Pemerintah Percepat Pembangunan Ekosistem Olahraga Nasional Terpadu

RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem olahraga nasional secara terpadu melalui penguatan cabang unggulan, pembangunan kawasan pembinaan berstandar internasional, serta beasiswa bagi atlet. Langkah ini menjadi fondasi menuju prestasi Indonesia di level SEA Games hingga Olimpiade 2028.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen Pemerintah membangun sektor olahraga secara menyeluruh. Berbagai strategi disiapkan untuk melahirkan ekosistem olahraga yang terpadu dan berkelanjutan.

“Kami sepakat memperkuat program prioritas nasional bidang olahraga sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedigdayaan bangsa melalui olahraga,” ujar Pratikno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, penguatan daya saing olahraga nasional dilakukan melalui penetapan 21 cabang olahraga unggulan, pembangunan kawasan pembinaan berstandar internasional, serta peningkatan kesejahteraan atlet.

Dalam pembangunan kawasan pembinaan, Pemerintah akan membangun Akademi Pelatihan Olahraga Nasional di Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, di atas lahan sekitar 500 hektare. Kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem terpadu yang mencakup pendidikan, pelatihan, sport science dan layanan kesehatan olahraga.

Sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, BUMN, serta Pemerintah Daerah (Pemda), telah menyatakan dukungan untuk percepatan pembangunan.

Selain itu, kawasan Cibubur juga direncanakan bertransformasi menjadi pusat Sports Wellness, Rehabilitation dan Sports Science yang terintegrasi dengan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON).

“Transformasi ini membutuhkan dukungan lintas kementerian agar kawasan tersebut benar-benar menjadi sport center terpadu berstandar internasional,” kata Pratikno.

Untuk mendukung kesejahteraan atlet, Rapat Tingkat Menteri pada Kamis (19/2/2026) juga menyepakati penguatan Beasiswa Prestasi Olahraga. Program ini mencakup atlet, pelatih, hingga tenaga manajemen olahraga melalui kerja sama dengan LPDP dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Jumlah cabang olahraga unggulan nasional pun diperkuat dari 14 menjadi 21 cabang, dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah serta pembagian peran yang jelas antara provinsi dan kabupaten/kota.

Pratikno menegaskan, langkah-langkah strategis tersebut diharapkan mampu meningkatkan prestasi Indonesia pada ajang SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade 2028, sekaligus memperkuat sistem olahraga nasional secara berkelanjutan.

Selanjutnya