Negara Pemilik Senjata Nuklir dan Statusnya
Arahan News - Senjata nuklir merupakan alat penghancur yang menggunakan reaksi nuklir untuk menciptakan ledakan dengan daya hancur yang jauh melampaui bahan peledak konvensional. Saat ini, terdapat sembilan negara yang diketahui memiliki senjata nuklir.
Awal Kejadian
Senjata nuklir mengeluarkan energi dalam empat bentuk saat meledak: gelombang kejut, cahaya terang, panas ekstrem, dan radiasi. Ledakan ini menciptakan bola api yang dapat menguapkan segala sesuatu di sekitarnya dan menghasilkan awan menyerupai jamur. Material dari awan tersebut dapat mencemari lingkungan dengan sifat radioaktifnya.
Perkembangan
Berdasarkan laman ICANW.org, sembilan negara yang memiliki senjata nuklir adalah Rusia, Amerika Serikat, China, Perancis, Britania Raya, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara. Laporan Status Angkatan Nuklir Dunia 2025 dari Federasi Ilmuwan Atom menyebutkan bahwa total hulu ledak yang dimiliki negara-negara ini mencapai sekitar 12.331 unit, dengan lebih dari 9.600 di antaranya dalam stok militer aktif. Meskipun jumlah ini menurun dibandingkan dengan sekitar 70.000 hulu ledak pada masa Perang Dingin, diperkirakan bahwa dalam satu dekade ke depan, persenjataan nuklir akan meningkat dengan kemampuan yang lebih canggih.
Kondisi Terakhir
Rusia memiliki jumlah senjata nuklir terbanyak, yakni lebih dari 5.500 hulu ledak, diikuti oleh Amerika Serikat dengan 5.044 hulu ledak. Kedua negara ini menguasai hampir 90 persen persenjataan nuklir dunia. Jumlah pasti hulu ledak Korea Utara dan Israel belum terverifikasi, tetapi Korea Utara diperkirakan memiliki cukup bahan fisil untuk membuat 40–50 senjata, sementara Israel diyakini memiliki material untuk hingga 200 senjata, dengan estimasi sekitar 90 hulu ledak yang sudah tersedia.




