Menteri Pertanian Pastikan Pasokan Urea Indonesia Aman Pasca Penutupan Selat Hormuz
Arahan News - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pasokan urea untuk kebutuhan pertanian Indonesia tetap aman meskipun Selat Hormuz ditutup akibat konflik antara Iran dan Israel serta Amerika Serikat.
Awal Kejadian
Selat Hormuz ditutup oleh pemerintah Iran pada 28 Februari 2026, seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur distribusi utama bagi produk urea dari negara-negara Teluk seperti Qatar, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Perkembangan
Amran menyatakan bahwa pasokan pupuk dari luar negeri pada Januari hingga Februari 2026 mengalami kenaikan sebesar 40 persen. Ia mengakui bahwa kondisi geopolitik yang memanas dapat menyebabkan kenaikan harga bahan baku pupuk, tetapi menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya bergantung pada suplai dari negara-negara Timur Tengah.
Kondisi Terakhir
Amran mengungkapkan bahwa negara-negara dengan sumber impor pupuk terbesar bagi Indonesia adalah Kanada, Tiongkok, dan Rusia. Ia memastikan bahwa pasokan urea di dalam negeri tetap aman meskipun Selat Hormuz ditutup, dengan menekankan keberagaman sumber impor yang dimiliki Indonesia.




