Menkeu Purbaya Rencanakan Kunjungan ke Luar Negeri untuk Jelaskan Kebijakan Fiskal RI
Arahan News - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keputusan Fitch Ratings yang memangkas outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dengan rencana kunjungan ke luar negeri pada April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk menjelaskan arah kebijakan fiskal Indonesia kepada pengambil kebijakan global.
Awal Kejadian
Purbaya menyatakan bahwa terdapat celah komunikasi yang mengakibatkan program pemerintah belum tersampaikan dengan optimal. Ia berencana berangkat bersamaan dengan pertemuan IMF-World Bank di Washington DC, Amerika Serikat.
Perkembangan
Dalam sebuah acara di Jakarta, Purbaya menjelaskan bahwa kunjungan ini akan digunakan untuk melakukan fungsi 'marketing' dan mengklarifikasi kebijakan fiskal. Ia mengakui bahwa sebelumnya lebih fokus pada ekonomi domestik, namun sentimen pasar global yang negatif mendorongnya untuk berinteraksi langsung dengan pihak internasional. Purbaya juga menanggapi penilaian Fitch yang menunjukkan ketidakpastian kebijakan dan potensi pelonggaran fiskal demi pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Kondisi Terakhir
Purbaya menekankan bahwa Indonesia memiliki catatan baik dalam mengendalikan gejolak ekonomi dan optimis pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat dari target 5,5 persen. Ia juga membahas kekhawatiran Fitch mengenai pendapatan negara, menyebutkan bahwa meskipun belanja negara meningkat 41,9 persen, penerimaan pajak menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Defisit APBN tetap terjaga di 0,53 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas aman. Untuk meningkatkan pendapatan, Purbaya melakukan perombakan di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.




