Kualitas Membaca dan Dampaknya Terhadap Kebijakan Publik
Sumber Foto: Yoursay.id
Arah Kebijakan

Kualitas Membaca dan Dampaknya Terhadap Kebijakan Publik

Arahan News - Kualitas keputusan publik dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam mencerna informasi. Di tengah arus informasi yang cepat, reaksi instan sering kali mengalahkan proses berpikir yang mendalam, sehingga memengaruhi arah kebijakan yang diambil.

Awal Kejadian

Pada tahun 2015, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melaksanakan survei melalui program Survey of Adult Skills (PIAAC) yang melibatkan 229 responden dewasa berusia 16-65 tahun di Jakarta. Hasil survei menunjukkan bahwa hampir 70% responden hanya memiliki literasi dasar, yang berarti mereka mampu membaca teks tetapi tidak dapat melakukan analisis atau evaluasi yang mendalam. Hanya kurang dari 1% responden yang mencapai tingkat literasi kompleks.

Perkembangan

Laporan OECD 2023 berjudul Do Adults Have the Skills They Need to Thrive in a Changing World? menyebutkan bahwa individu dengan kecakapan literasi tinggi mampu menavigasi informasi modern dan berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih baik. Tanpa kemampuan menganalisis dan mengevaluasi, keputusan publik berisiko dipengaruhi oleh emosi dan narasi viral, bukan oleh pemahaman yang utuh. Kebijakan publik yang dihasilkan dari proses politik memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan akses kesehatan.

Kondisi Terakhir

Keputusan yang diambil tanpa evaluasi mendalam dapat mengarah pada kebijakan reaktif dengan dampak jangka panjang yang tidak dipertimbangkan. Selain itu, cara orang dewasa bersikap terhadap informasi akan memengaruhi pola berpikir generasi mendatang. Oleh karena itu, memperkuat literasi bukan hanya masalah akademik, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk memastikan kualitas pengambilan keputusan dalam masyarakat.