Korlantas Polri Fokus pada Keselamatan Lalu Lintas yang Berkelanjutan
Sumber Foto: Media Hub | POLRI
Arah Kebijakan

Korlantas Polri Fokus pada Keselamatan Lalu Lintas yang Berkelanjutan

Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengumumkan arah kebijakan baru yang tidak lagi berfokus pada program jangka pendek atau langkah-langkah insidental. Di bawah kepemimpinan Irjen Agus Suryonugroho, Korlantas berkomitmen untuk membangun sistem keselamatan lalu lintas yang berkesinambungan.

Irjen Agus menyatakan bahwa upaya dalam membangun keselamatan lalu lintas memerlukan konsistensi, tujuan yang jelas, serta hubungan yang terjalin antara aparat dan masyarakat. Menurutnya, keselamatan harus menjadi nilai yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari pengguna jalan, dan bukan sekadar target operasional.

Keselamatan sebagai Cara Pandang Bersama

"Keselamatan harus dipahami sebagai cara pandang bersama. Proses ini memerlukan investasi jangka panjang, di mana sapaan, dialog, dan pelayanan menjadi instrumen utama untuk membentuk perilaku berlalu lintas yang lebih baik," ungkap Irjen Agus pada Rabu (18/2/2026).

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui program unggulan 'Polantas Menyapa dan Melayani'. Program ini bukan hanya sekadar pendekatan komunikasi, tetapi juga bagian dari perubahan nilai dalam pelayanan.

Mewujudkan Perilaku Positif Masyarakat

Dalam pendekatan baru ini, keberhasilan tidak lagi diukur hanya dari kelancaran arus lalu lintas sesaat, tetapi juga dari perubahan perilaku kolektif masyarakat. Dengan pendekatan humanis, petugas di lapangan diharapkan dapat memberikan pengalaman positif yang meningkatkan kepercayaan publik.

Irjen Agus menambahkan, "Ketika petugas hadir dengan sikap profesional dan menghargai masyarakat melalui program Polantas Menyapa dan Melayani, masyarakat akan mendapatkan pengalaman yang memperkuat kepercayaan. Pengalaman sehari-hari ini akan menjadi fondasi budaya keselamatan yang kuat dan alami."

Teknologi dan Kepercayaan Publik

Irjen Agus juga menyoroti pentingnya hubungan antara aspek sosial dan penerapan teknologi dalam keselamatan lalu lintas. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi seperti sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dari masyarakat.

"Masyarakat yang mempercayai institusi cenderung lebih menerima pembaruan atau kebijakan baru. Oleh karena itu, pendekatan humanis yang diterapkan saat ini merupakan investasi jangka panjang dalam transformasi berbasis teknologi," tambahnya.

Peningkatan Internal Korlantas Polri

Selain melakukan pembenahan di sisi eksternal, Korlantas Polri juga fokus pada penguatan internal. Pembinaan personel diarahkan untuk meningkatkan etika pelayanan, kemampuan komunikasi, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Irjen Agus berharap bahwa pencapaian Korlantas tidak hanya diukur melalui statistik penurunan angka kecelakaan, tetapi juga melalui nilai dan warisan pelayanan yang ditinggalkan. Pelayanan yang konsisten, tegas, dan humanis diharapkan dapat bertahan melampaui masa kepemimpinan tertentu.

"Kinerja tidak hanya diukur dari capaian saat ini, tetapi dari nilai yang kita tanamkan. Kami ingin memastikan bahwa upaya menjaga keselamatan perjalanan hari ini adalah bagian dari menata masa depan keselamatan nasional yang lebih cerah," pungkasnya.