Kasus Kekerasan di Pos Telaga Punggur, Legislator Desak Pengusutan Tuntas
Kasus pengeroyokan terhadap Sukarman, seorang sopir lori asal Tanjungpinang, oleh enam oknum berseragam Bea Cukai di Batam memicu kemarahan dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi III DPR RI, Rizki Faisal.
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di Pos Bea Cukai Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau. Sukarman, yang menjadi korban dalam insiden ini, mengalami tindakan kekerasan oleh individu yang seharusnya menegakkan hukum. Kasus ini mendapatkan perhatian serius dari Rizki Faisal, yang mendesak agar kejadian ini diusut tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Rizki Faisal menyoroti pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak pandang bulu. Ia menegaskan bahwa tindakan brutal semacam ini tidak dapat dibiarkan dan menuntut agar kasus ini dibawa hingga ke meja hijau di Pengadilan Negeri Batam. Hal ini menunjukkan adanya perhatian serius dari legislator untuk memastikan bahwa pelaku kekerasan, meskipun berseragam, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.
Menurut Rizki Faisal, hukum harus ditegakkan secara tegas dan menyeluruh, baik terhadap masyarakat biasa maupun aparat penegak hukum. Ia menekankan bahwa tindakan semena-mena oleh oknum berseragam harus ditindak secara tegas agar tidak menimbulkan preseden buruk di tengah masyarakat.
Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tidak menyalahgunakan wewenang. Rizki Faisal mengimbau aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan memberikan keadilan bagi korban, sembari mengingatkan bahwa hukum harus tajam ke atas dan ke bawah.




