Kabupaten Jombang Masuk 16 Besar Nasional dengan Fokus pada Pengelolaan Sampah
JOMBANG.TV – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Gedung Balai Kartini pada Rabu (25/2/2026), saat Kabupaten Jombang menerima penghargaan atas Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Hanif Faisol Nurofiq kepada Bupati Jombang, H. Warsubi, di hadapan ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan hasil dari kerja keras masyarakat Jombang dalam mengelola sampah. Dengan populasi lebih dari 1,3 juta jiwa, Kabupaten Jombang menghadapi tantangan besar dalam hal pengelolaan sampah, dengan produksi yang diperkirakan mencapai antara 180 hingga 220 ton per hari. Sebagian besar sampah tersebut terdiri dari sampah organik, sementara sisanya adalah plastik dan jenis anorganik lainnya.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah telah membangun sistem pengelolaan yang lebih baik melalui edukasi pemilahan sampah, pengoperasian bank-bank sampah, dan pengaktifan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Langkah-langkah ini memerlukan konsistensi kebijakan dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Dalam acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Jombang juga menerima tambahan tiga unit motor roda tiga untuk operasional pengelolaan sampah. Meskipun terlihat sederhana, kendaraan ini diharapkan dapat membantu dalam pencegahan penumpukan sampah di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Bupati H. Warsubi menekankan bahwa penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jombang. Ia menyatakan, "Penghargaan ini milik masyarakat Jombang. Dari ibu-ibu rumah tangga dan kader PKK yang memilah sampah, hingga petugas kebersihan yang bekerja keras sejak dini hari, semua memiliki peran penting dalam pencapaian ini."
Warsubi juga menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain. Tantangan sesungguhnya adalah membangun kesadaran dan disiplin dalam memilah sampah, serta menjadikan pengelolaan sampah sebagai budaya.
Masuk dalam 16 besar nasional merupakan bukti bahwa kebijakan yang diambil telah berjalan di jalur yang benar. Namun, Warsubi menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir dari perjalanan. "Ini bukan garis akhir. Ini pijakan. Kami ingin Jombang benar-benar menjadi kabupaten yang bersih dan sehat," ujarnya.
Dengan arus pembangunan yang terus mengalir, penghargaan ini mengingatkan bahwa kemajuan juga diukur dari kualitas lingkungan hidup. Ratusan ton sampah yang dihasilkan setiap hari bukanlah beban, tetapi tantangan yang dapat diubah menjadi nilai jika dikelola dengan baik.
Pesan dari Jombang adalah bahwa kebersihan bukan hanya merupakan program pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.




