Iran Eksploitasi Celah Keamanan Negara Teluk dengan Serangan Drone
Arahan News - Iran meningkatkan serangan drone jarak jauh di kawasan Teluk, memanfaatkan celah keamanan untuk menekan Amerika Serikat agar menghentikan konflik yang berlangsung.
Awal Kejadian
Menurut laporan lembaga think tank Institute for the Study of War (ISW) dan Critical Threats Project dari American Enterprise Institute, Iran menggunakan strategi berbeda dalam serangannya. Rudal balistik digunakan untuk menyerang Israel, sementara drone digunakan untuk menyerang negara-negara Teluk.
Perkembangan
Data dari militer Israel menunjukkan lebih dari 50 drone diluncurkan dari Iran pada awal Maret 2026. Sementara negara-negara Teluk menerima lebih dari 1.000 drone, dengan jenis drone kamikaze Shahed-136 mendominasi. Uni Emirat Arab melaporkan lebih dari 800 drone dan hampir 200 rudal telah menghantam wilayahnya. Target serangan termasuk pangkalan militer Perancis dan hotel mewah. Di Arab Saudi, dua drone menghantam Kedutaan Besar AS, dan kilang minyak Ras Tanura juga diserang, mengakibatkan operasionalnya terhenti sebagian.
Kondisi Terakhir
Pakar mengamati bahwa penggunaan drone murah adalah strategi untuk membebankan biaya finansial kepada lawan. Sistem pertahanan udara negara-negara Teluk dianggap tidak memadai untuk menghadapi ancaman ini. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa serangan Iran bertujuan menciptakan efek domino politik yang dapat memaksa negara-negara Teluk menekan AS untuk menghentikan serangan. Namun, strategi ini berpotensi memicu keterlibatan lebih dalam dari negara-negara Teluk dalam konflik.




