Inflasi Jepang Menurun ke 1,5%, Tantangan bagi Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral Jepang
Sumber Foto: Vietnam.vn
Arah Kebijakan

Inflasi Jepang Menurun ke 1,5%, Tantangan bagi Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral Jepang

Inflasi Jepang mengalami penurunan signifikan, mencapai 1,5% pada bulan Januari 2026. Angka ini merupakan level terendah yang tercatat sejak Maret 2022, menandai berakhirnya periode 45 bulan di mana inflasi tetap di atas target 2% yang ditetapkan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ).

Data yang dirilis pada 20 Februari menunjukkan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI), yang tidak memperhitungkan harga makanan segar, juga mengalami penurunan menjadi 2%. Ini merupakan level terendah sejak Januari 2024 dan sejalan dengan prediksi ekonom dalam survei Reuters. Sebelumnya, pada Desember 2025, inflasi inti tercatat sebesar 2,4%. Sementara itu, indeks inflasi "inti dari inti", yang mengecualikan makanan segar dan energi, berada di angka 2,6%, menurun dari 2,9% pada bulan sebelumnya.

Penurunan inflasi pada Januari ini sebagian besar disebabkan oleh turunnya harga di berbagai kategori, termasuk makanan segar, bunga, dan bensin. Hal ini dapat menyulitkan Bank Sentral Jepang dalam menentukan waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga di masa mendatang.

Dalam survei sebelumnya, para ekonom memperkirakan bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 1% sebelum akhir Juni 2026, dari tingkat saat ini yang berada di 0,75%. Namun, BOJ juga memperkirakan bahwa inflasi tahunan dapat turun di bawah 2% pada paruh pertama tahun 2026, berkat stabilitas harga pangan dan langkah-langkah pemerintah untuk mengurangi tekanan biaya hidup.

Dari sisi politik, kemenangan Partai Demokrat Liberal (LDP) dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pada 8 Februari memberikan kekuatan lebih kepada Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mendorong kebijakan pelonggaran fiskal. Takaichi berkomitmen untuk menangguhkan pajak makanan sebesar 8% selama dua tahun, dan perlambatan inflasi memberikan alasan lebih bagi BOJ untuk mempertimbangkan perlambatan dalam kenaikan suku bunga.

Menanggapi data ekonomi terbaru, nilai tukar yen terhadap dolar sedikit melemah pada perdagangan awal 20 Februari, dengan yen diperdagangkan sedikit di atas 155 yen per dolar. Selain itu, data yang dirilis sebelumnya menunjukkan bahwa ekonomi Jepang tumbuh sebesar 0,1% pada kuartal keempat tahun 2025, yang membantu negara tersebut menghindari resesi teknis.