IHSG Menguat di Pembukaan, Pelaku Pasar Menyimak Kebijakan Bank Indonesia
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada Rabu pagi, dengan peningkatan sebesar 23,54 poin atau 0,29 persen, mencapai level 8.235,81. Pelaku pasar saat ini menunjukkan sikap wait and see seiring dengan penantian kebijakan suku bunga acuan dari Bank Indonesia.
Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mencatatkan kenaikan, bertambah 1,87 poin atau 0,23 persen menjadi 831,54.
Menurut analisis Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, IHSG hari ini diprediksi akan bergerak positif dalam kisaran 8.150 hingga 8.300. Hal ini sejalan dengan perhatian pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan berlangsung pada 18-19 Februari 2026, di mana konsensus memperkirakan BI-Rate akan tetap di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dari sisi global, pasar merespons positif terhadap data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan. Inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat sebesar 2,4 persen year on year (yoy) pada Januari 2026, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,7 persen (yoy) dan lebih baik dari ekspektasi yang diperkirakan 2,5 persen (yoy). Penurunan inflasi ini diharapkan dapat berpengaruh pada keputusan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS.
Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan Wall Street menunjukkan penguatan yang serupa. Indeks Euro Stoxx 50, FTSE 100 Inggris, DAX Jerman, dan CAC Prancis semuanya mencatatkan kenaikan. Di pasar AS, Indeks Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite juga mengalami penguatan.
Sementara itu, bursa saham regional Asia pagi ini menunjukkan tren positif, dengan indeks Nikkei Jepang naik 651,40 poin atau 1,15 persen, meskipun indeks Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times masih libur dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek.
Dengan dinamika pasar yang beragam, pelaku pasar tetap waspada dan terus memantau perkembangan kebijakan suku bunga serta data ekonomi lainnya yang dapat mempengaruhi arah IHSG ke depannya.




