Hassan Wirajuda: Indonesia Harus Diterima Iran dan AS untuk Jadi Mediator
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Hassan Wirajuda: Indonesia Harus Diterima Iran dan AS untuk Jadi Mediator

Arahan News - Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menegaskan bahwa Indonesia perlu diterima oleh Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk dapat berperan sebagai mediator dalam konflik yang melibatkan kedua negara tersebut.

Awal Kejadian

Pernyataan ini disampaikan Hassan setelah mengikuti diskusi selama 3,5 jam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo, mantan Presiden, mantan Wakil Presiden, serta para ketua umum partai politik. Diskusi tersebut membahas mengenai konflik yang semakin memanas antara Iran dan Israel.

Perkembangan

Hassan mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda penerimaan dari Iran maupun AS terhadap Indonesia sebagai mediator. Dia menekankan pentingnya penerimaan kedua pihak yang bertikai, karena tanpa itu, Indonesia tidak dapat berfungsi sebagai mediator yang efektif. Di dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan pengarahan mengenai berbagai perkembangan terbaru terkait konflik, termasuk serangan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel terhadap Iran.

Kondisi Terakhir

Hassan juga menyoroti perlunya Indonesia untuk mempertimbangkan implikasi dan dampak dari konflik tersebut terhadap situasi domestik. Ia menekankan bahwa saat ini, tatanan dunia dan peran PBB semakin melemah, sehingga negara perlu menavigasi langkah di antara negara-negara yang tidak sejalan. Pertemuan ini turut membahas potensi pelemahan fungsi dan mandat Board of Peace (BoP) yang diikuti Indonesia jika konflik tidak kunjung mereda.