FFI 2025: Pangku Raih Film Terbaik, Jumbo Cetak Sejarah Animasi
Sumber Foto: CXO Media
Sorotan Utama

FFI 2025: Pangku Raih Film Terbaik, Jumbo Cetak Sejarah Animasi

Jakarta -

Festival Film Indonesia (FFI) 2025 baru saja menganugerahkan 29 penghargaan bergengsi bagi insan film Tanah Air pada Kamis malam (20/11), di panggung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Disiarkan langsung oleh TVRI dan saluran YouTube FFI, beberapa kejutan mewarnai malam puncak Anugerah Piala Citra kali ini.

Persaingan di kategori Film Cerita Panjang Terbaik menjadi sorotan utama. Film drama Pangku akhirnya keluar sebagai pemenang, sekaligus mengukuhkan posisi Reza Rahadian sebagai sineas multitalenta.

Jika selama ini publik kerap bilang, "Reza lagi, Reza lagi" saat ia membintangi film, tahun ini narasi tersebut bergeser ke balik layar. Sebelumnya, Reza telah mengoleksi 5 Piala Citra sebagai aktor (4 Pemeran Utama dan 1 Pemeran Pendukung). Di FFI 2025, ia membuktikan diri sebagai kreator visioner dengan memenangkan piala Penulis Skenario Asli Terbaik serta mengantarkan Pangku meraih gelar film terbaik dari bangku penyutradaraan.

Di kategori yang sama, sejarah penting juga tercipta lewat kehadiran film Jumbo. Meski piala utama jatuh ke tangan Pangku, Jumbo menjadi film animasi Indonesia pertama yang berhasil menembus nominasi Film Cerita Panjang Terbaik, bersanding di antara film live-action.

Film Jumbo pada akhirnya tetap berjaya setelah meraih piala Film Animasi Panjang Terbaik serta Piala Antemas sebagai film terlaris di bioskop dengan raihan lebih dari 10 juta penonton.

Pengepungan di Bukit Duri Borong 5 Piala

Di sisi lain, Pengepungan di Bukit Duri besutan sutradara Joko Anwar mendapatkan nominasi terbanyak bersama The Shadow Strays karya Timo Tjahjanto. Keduanya sama-sama dinominasikan dalam 12 kategori.

Dari 12 nominasi tersebut, Pengepungan di Bukit Duri memborong total 5 piala, menyapu bersih kategori teknis Pengarah Sinematografi, Penata Musik, Penata Rias, hingga Penata Efek Visual Terbaik.

Kemenangan mereka makin lengkap dengan terpilihnya Omara Esteghlal dalam kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Aktor muda yang namanya sedang naik daun sukses mencuri perhatian lewat performa intensnya, termasuk mengalahkan Reza Rahadian di film Gowok: Kamasutra pada kategori yang sama.

Beralih ke kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik, tahun ini FFI sama sekali tidak kekurangan lagu bagus yang berhasil 'kawin' dengan filmnya. Pilihan juri akhir jatuh kepada "Terbuang dalam Waktu" (Gerald Situmorang, Iga Massardi, dan Asteriska) untuk film Sore: Istri dari Masa Depan. Lagu ini mengungguli "Selalu Ada di Nadimu" (OST Jumbo) yang digadang-gadang menang.

Terlepas dari lagunya yang memang layak menang, hasil keputusan juri menuai perdebatan cukup panas di internet. Pasalnya, lagu tersebut diketahui telah dirilis ke publik sejak 2023, bukan dibuat khusus untuk film.

Mengenai hal ini, Prilly Latuconsina selaku Ketua Pelaksana Festival Film Indonesia (FFI) 2025 sudah sempat menjelaskan alasannya sejak sebulan lalu. "Nggak harus dibuat khusus untuk film tersebut," kata Prilly.

"Kalau lagunya sudah ada, lalu dijadikan official soundtrack dan ternyata memang punya andil besar terhadap filmnya, itu juga bisa masuk nominasi."

Artinya, aturan ini membuka kesempatan bagi lagu-lagu yang non-original soundtrack untuk memenangkan penghargaan FFI berikutnya.

Daftar Pemenang FFI 2025

Secara keseluruhan, ada 22 kategori utama yang memperebutkan Piala Citra, serta 7 kategori penghargaan khusus, termasuk pilihan penonton dan kritik film. Berikut daftar lengkap pemenang FFI 2025:

Kategori Utama (Film & Sutradara)

Film Cerita Panjang Terbaik: Pangku (Arya Ibrahim & Gita Fara)

Sutradara Terbaik: Yandy Laurens - Sore: Istri dari Masa Depan

Penulis Skenario Asli Terbaik: Reza Rahadian & Felix K. Nesi - Pangku

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Widya Arifianti & Sabrina Rochelle Kalangie - Home Sweet Loan

Kategori Pemeran (Aktor & Aktris)

Pemeran Utama Pria Terbaik: Ringgo Agus Rahman - Panggil Aku Ayah

Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Sheila Dara Aisha - Sore: Istri dari Masa Depan

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Omara Esteghlal - Pengepungan di Bukit Duri

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik: Christine Hakim - Pangku

Kategori Teknis & Artistik

Pengarah Sinematografi Terbaik: Ical Tanjung, I.C.S. - Pengepungan di Bukit Duri

Pengarah Artistik Terbaik: Eros Eflin - Pangku

Penyunting Gambar Terbaik: Hendra Adhi Susanto - Sore: Istri dari Masa Depan

Penata Suara Terbaik: Ridho Fachri & Indrasetno Vyatrantra - Home Sweet Loan

Penata Musik Terbaik: Aghi Narotama - Pengepungan di Bukit Duri

Pencipta Lagu Tema Terbaik: Gerald Situmorang, Iga Massardi, & Asteriska - "Terbuang Dalam Waktu" (untuk film Sore: Istri dari Masa Depan)

Penata Efek Visual Terbaik: Abby Eldipie, Kalvin Irawan, Qanary Studio, LMN Studio, GAJAFX, NO3G Visual Effects - Pengepungan di Bukit Duri

Penata Busana Terbaik: Victoria Esti Wahyuni - The Shadow Strays

Penata Rias Terbaik: Novie Ariyanti - Pengepungan di Bukit Duri

Kategori Film Khusus (Dokumenter, Animasi, Pendek)

Film Dokumenter Panjang Terbaik: Tambang Emas Ra Ritek

Film Dokumenter Pendek Terbaik: Sie

Film Animasi Panjang Terbaik: Jumbo

Film Animasi Pendek Terbaik: So I Pray

Film Cerita Pendek Terbaik: Sammi, Who Can Detach His Body Parts

Penghargaan Khusus & Pilihan Penonton

Penulis: Bagas Dharma

(ktr/DIR)