Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Sachrudin-Maryono dalam Membangun Kota Tangerang
Tangerang, 19 Februari 2026 - Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono, perkembangan arah pembangunan Kota Tangerang mulai terlihat. Periode awal ini dianggap sebagai fase peletakan dasar kebijakan, yang diharapkan dapat memberikan hasil jangka panjang yang lebih terukur.
Pengamat kebijakan publik dari IDP-LP, Riko Noviantoro, menilai bahwa fokus pemerintah kota pada kebutuhan dasar masyarakat menjadi ciri utama tahun pertama kepemimpinan ini. Hal ini tergambar melalui Program 3G (Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako) yang menjadi salah satu jargon andalan pasangan Sachrudin-Maryono.
“Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, akses pekerjaan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok. Pendekatan seperti ini membuat arah kebijakan pemerintah kota lebih mudah dipahami oleh warga,” ujarnya.
Namun, Riko menekankan bahwa hasil dari program yang baru berjalan ini tidak bisa langsung diukur dalam waktu singkat. “Tahun pertama biasanya adalah fase peletakan fondasi. Yang penting adalah konsistensi arah kebijakan dan keberlanjutan pelaksanaannya,” tambahnya.
Indikator makro menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2024–2025. Indeks Pembangunan Manusia Kota Tangerang meningkat dari 81,53 poin menjadi 82,41 poin. Angka harapan hidup juga mengalami kenaikan dari 75,50 tahun menjadi 75,86 tahun, sementara harapan lama sekolah bergerak dari 13,90 tahun menjadi 13,96 tahun.
“Meskipun perubahannya bertahap, tren ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Riko.
Dari segi ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi meningkat dari 5,04 persen menjadi 5,20 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari 5,92 persen menjadi 5,88 persen, dan tingkat kemiskinan berkurang dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.
“Indikator-indikator ini memang tidak berubah secara cepat. Yang paling penting adalah arah kebijakan yang jelas dan konsistensinya terjaga. Jika hal ini dilakukan, dampaknya akan semakin terasa dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.
Terpisah, Wali Kota Sachrudin menyatakan bahwa sejak awal kepemimpinannya, pembangunan diarahkan agar langsung dirasakan oleh masyarakat. Tahun 2025 diproyeksikan sebagai fase penguatan fondasi, yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan dan peningkatan layanan publik.
“Semua pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bekerja tidak sendirian, tetapi melibatkan semua pihak. Tujuannya agar pembangunan hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, dengan layanan yang lebih mudah, lingkungan yang lebih tertata, dan ruang kota yang semakin nyaman,” jelas Sachrudin.
Dalam satu tahun terakhir, sejumlah program telah direalisasikan, antara lain pembangunan 26 Graha Kita Bersama, bedah 1.000 rumah warga, pembangunan empat ruas jalan, dan pemberian beasiswa kepada 576 penerima manfaat. Pemkot Tangerang juga menyalurkan bantuan sosial tunai kepada 2.668 warga, santunan kematian kepada 805 keluarga, dan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 16.082 pekerja rentan.
Program pelatihan bagi 1.000 wirausaha dan bantuan modal usaha sebesar Rp20 juta kepada 184 penerima manfaat juga menjadi bagian dari inisiatif yang dijalankan.
Riko menekankan bahwa tahun pertama kepemimpinan Sachrudin-Maryono belum dapat dianggap sebagai hasil akhir. Namun, jika konsistensi dalam menjalankan program dijaga, Kota Tangerang memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang.




