Duel Taktik Tavares dan Riekerink Warnai Pertandingan Persebaya vs Dewa United
SULSEL.FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Gelora Bung Tomo, Surabaya, dipastikan ramai pada Minggu (1/2) malam. Persebaya Surabaya menjamu Dewa United, namun perhatian utama bukan sekadar perebutan tiga poin. Tetapi duel strategi antara dua pelatih yang telah lama bersaing: Bernardo Tavares dan Jan Olde Riekerink. Bagi Bonek dan penggemar sepak bola nasional, laga ini menjadi ujian taktik sekaligus gengsi.
Rivalitas keduanya terbentuk sejak era Tavares menukangi PSM Makassar. Lima pertemuan sebelumnya tercatat seimbang: masing-masing pelatih mengantongi dua kemenangan, satu laga berakhir imbang, dengan total gol 9–7 untuk Tavares. Statistik ini menggambarkan seberapa tipis jarak kualitas dan seberapa ketat persaingan di lapangan.
Sejarah Pertemuan yang Sarat Gengsi
Pertemuan pertama terjadi pada musim 2022/2023, saat PSM Makassar menang 2-0 atas Dewa United. Duel itu menjadi titik awal rivalitas dua pelatih dengan filosofi berbeda namun sama-sama menekankan disiplin dan organisasi tim.
Musim berikutnya, Dewa United membalas 2-1, sebelum bermain imbang 1-1 di laga tandang. Musim 2024/2025 menyuguhkan duel paling produktif: PSM menang 3-1 di kandang sendiri, sementara Dewa United menang dramatis 3-2 di markasnya.
Kini, duel itu hadir dengan konteks baru. Bernardo Tavares menghadapi Jan Olde Riekerink bukan lagi sebagai pelatih PSM, melainkan Persebaya Surabaya. Ekspektasi publik tinggi, terutama dari Bonek yang menanti pembuktian di kandang sendiri.
Sejak Rabu (28/1), Persebaya menjalani latihan intensif di Lapangan ABC Kompleks Gelora Bung Tomo. Fokus utama: pemulihan fisik pemain yang belum optimal dan penajaman transisi menyerang-bela.




