Buster Olney Rilis Daftar 10 Second Basemen Terbaik MLB 2026, Ketel Marte Teratas
Analis senior ESPN, Buster Olney, telah merilis daftar peringkat 10 pemain second baseman terbaik di Major League Baseball (MLB) untuk musim 2026. Dalam seri peringkat tahunannya, Olney menyurvei berbagai pihak di industri bisbol untuk mengidentifikasi pemain-pemain terbaik yang siap bersinar di musim mendatang.
Fakta Cepat
Buster Olney adalah analis bisbol terkemuka dari ESPN yang dikenal dengan pandangan tajamnya.
Ia secara rutin menyusun daftar peringkat pemain terbaik untuk berbagai posisi di Major League Baseball.
Daftar ini bersifat prediktif, melihat ke depan untuk mengidentifikasi pemain-pemain top di musim MLB 2026.
Fokus utama dari daftar ini adalah sepuluh pemain second basemen terbaik menurut proyeksinya.
Ketel Marte diidentifikasi sebagai pemain teratas dalam peringkat second basemen ini.
Jazz Chisholm Jr. juga termasuk salah satu nama yang menarik perhatian dalam daftar tersebut.
Peringkat ini secara spesifik berfokus pada performa yang diharapkan untuk musim 2026, bukan proyeksi karier jangka panjang. Ketel Marte dari Arizona Diamondbacks berhasil menempati posisi puncak, sementara Jazz Chisholm Jr. dari New York Yankees menjadi sorotan utama, baik karena potensi besar maupun isu konsistensi.
Jazz Chisholm Jr.: Antara Potensi Gemilang dan Tantangan Konsistensi
Jazz Chisholm Jr. menunjukkan performa impresif dengan menjadi pemain 30-30 (31 home run dan 31 stolen base) untuk Yankees pada musim lalu, setelah mencuri 40 base pada 2024. Ia juga telah dua kali terpilih sebagai All-Star dan meraih Silver Slugger Award. Seorang evaluator bahkan memprediksi Chisholm mampu mencetak 40 home run dalam satu musim, menyatakan, “Kekuatan pergelangan tangannya—sungguh luar biasa.” Chisholm juga menempati peringkat keempat di antara semua second baseman dalam metrik pertahanan Fangraphs.
Namun, menurut pantauan Mureks, tantangan terbesar bagi Chisholm adalah konsistensi. Ia membutuhkan musim dengan lebih banyak performa puncak dan lebih sedikit penurunan. Sebagai contoh, pada April lalu, ia hanya mencatatkan rata-rata pukulan .151/.279/.312 dengan 35 strikeout dalam 27 pertandingan. Namun, ia bangkit pada periode 16 Juni hingga 11 Juli, dengan rata-rata pukulan .315/.390/.652. Performa tidak merata ini, termasuk rata-rata pukulan .207 di 31 pertandingan terakhir musim 2025, menjadi perhatian utama.
Analis ESPN, Paul Hembekides, memperkirakan nilai kontrak Chisholm sebagai free agent bisa mencapai $80 juta untuk dua tahun atau $140 juta untuk empat tahun. Namun, untuk menarik minat tim selain Yankees, Chisholm perlu menyeimbangkan performa kandang dan tandangnya. Pada 2025, ia mencatatkan .277/.364/.528 di Yankee Stadium, namun hanya .207/.299/.432 di stadion lain.
Daftar 10 Second Basemen Terbaik MLB 2026 Versi Buster Olney:
Ketel Marte (Arizona Diamondbacks)
Marte mempertahankan harga jual yang tinggi karena nilai yang diberikannya. Selama tiga musim terakhir, ia menghasilkan sekitar 15 fWAR (FanGraphs Wins Above Replacement), setara dengan nilai $135 juta, dengan gaji $40 juta. Pada 2025, ia mencetak 28 home run, 87 run, dan 145 OPS+ dalam 126 pertandingan, menunjukkan keunggulan ofensifnya.
Nico Hoerner (Chicago Cubs)
Hoerner memimpin semua second baseman dalam fWAR musim lalu, unggul dalam pertahanan dan meraih Gold Glove Award keduanya. Ia mencetak 89 run dalam 156 pertandingan dan mencuri 29 base dari 35 percobaan. Rata-rata pukulannya mencapai .297 dengan tingkat strikeout 7.6%, terendah ketiga di liga.
Jazz Chisholm Jr. (New York Yankees)
Meskipun memiliki potensi besar, Chisholm perlu menunjukkan konsistensi yang lebih baik untuk mengamankan kontrak besar di masa depan.
Brice Turang (Milwaukee Brewers)
Turang menjadi salah satu bintang yang bersinar pada musim lalu, bahkan mendapatkan dukungan dalam pemungutan suara MVP National League. Ia mencetak 97 run dalam 156 pertandingan dengan OPS+ 121, 28 double, 18 home run, dan 24 stolen base pada 2025. Meskipun demikian, angka defensive runs saved -nya menurun dari 22 pada 2024 menjadi 7 pada 2025.
Brendan Donovan (Seattle Mariners)
Donovan dikenal karena kemampuannya mencapai base dan menciptakan peluang run. Ia mencatatkan 119 OPS+, 32 double, dan 10 home run dalam 119 pertandingan. Ia juga sangat efektif melawan pelempar tangan kanan, dengan rata-rata pukulan .315 dan OBP .383.
Gleyber Torres (Detroit Tigers)
Torres menerima tawaran kualifikasi satu tahun dari Detroit, menunjukkan tekadnya untuk tampil kuat demi kontrak multi-tahun. Ia mengumpulkan 136 hit dan 85 walk (tertinggi dalam karier) pada musim lalu, sambil mengurangi tingkat strikeout -nya dari 20.1% pada 2024 menjadi 16.1%.
Xavier Edwards (Miami Marlins)
Pergeseran posisi dari shortstop ke second base sangat menguntungkannya musim lalu. Edwards mencatatkan 12 defensive runs saved dan 9 outs above average hanya dalam 96 pertandingan di posisi tersebut. Ia juga mengumpulkan 159 hit dan 49 walk dalam 139 pertandingan, dengan on-base percentage.343.
Marcus Semien (New York Mets)
Pada usia 35 tahun, Semien masih merupakan pemain bertahan kelas atas. Namun, penurunannya dalam ofensif menjadi alasan Rangers melepasnya: 126 OPS+ (2023), 103 OPS+ (2024), dan 97 OPS+ (2025).
Bryson Stott (Philadelphia Phillies)
Stott memiliki kemampuan untuk mencetak power hit dan mencuri base (24 pada musim lalu). Namun, ia menghadapi kesulitan serius melawan pelempar tangan kiri, dengan slash line.225/.287/.575 dan hanya satu home run dalam 123 plate appearance.
Ernie Clement (Toronto Blue Jays)
Clement masuk daftar ini berkat performa cemerlangnya pada Oktober lalu. Menghadapi pelempar terbaik di bawah tekanan tinggi, Clement melakukan kontak bola dengan baik, mencatatkan rata-rata pukulan .411 dalam 18 pertandingan di babak postseason.
Pemain Lain yang Patut Diperhitungkan:
Beberapa nama lain yang mendapatkan honorable mention termasuk Jose Altuve (Houston Astros) yang masih berbahaya secara ofensif meskipun memiliki masalah pertahanan, Luis Arraez (San Francisco Giants) yang ingin kembali ke posisi lamanya, dan Jackson Holliday (Baltimore Orioles) yang terus berkembang di tahun keduanya di liga meskipun mengalami cedera tangan.




