AS Menghadapi Tantangan Pertahanan di Teluk akibat Serangan Iran
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

AS Menghadapi Tantangan Pertahanan di Teluk akibat Serangan Iran

Arahan News - Amerika Serikat sedang menghadapi peningkatan risiko terhadap aset militernya dan kehadiran diplomatik di Timur Tengah akibat serangan rudal dan drone Iran yang masif. Dalam tiga hari terakhir, serangan ini membuat pertahanan udara koalisi di kawasan Teluk semakin khawatir.

Awal Kejadian

Hingga Senin (2/3/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi enam anggota militer AS tewas akibat serangan pesawat tak berawak di sebuah pangkalan di Kuwait. Insiden ini menambah daftar kerugian setelah sebelumnya tiga jet tempur F-15 milik AS jatuh karena 'salah sasaran' oleh rekan sendiri.

Perkembangan

Tantangan bagi militer AS semakin berat dengan kebutuhan untuk membagi fokus antara melindungi pasukan dan mengamankan instalasi pemerintah serta sekutu di Timur Tengah. Pada Selasa (3/3/2026) dini hari, Kedutaan Besar AS di Riyadh mengalami kerusakan ringan akibat serangan drone. Mantan asisten sekretaris Angkatan Udara AS, Ravi Chaudhary, menyatakan bahwa instalasi AS akan diuji dalam konflik ini, dengan serangan Iran yang mengganggu kemampuan proyeksi kekuatan udara AS.

Kondisi Terakhir

Iran telah memperluas serangan rudal dan drone yang mencakup infrastruktur pasokan minyak dan gas dunia, termasuk pusat minyak di Arab Saudi dan produksi gas alam cair di Qatar. Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak terpenting. Fasilitas-fasilitas ini dilindungi oleh pertahanan udara AS dan lokal yang kini menghadapi ujian berat. Sebelum perang pecah, Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine telah memperingatkan mengenai risiko penipisan amunisi, di mana AS memiliki jumlah rudal pencegat yang terbatas. Selain itu, puing-puing rudal yang berhasil dicegat juga telah menyebabkan korban jiwa di berbagai negara, termasuk Uni Emirat Arab dan Suriah.