Perjanjian Dagang Indonesia-AS Dorong Optimisme Bos Teknologi AS
Sumber Foto: Wartakotalive.com
Teknologi

Perjanjian Dagang Indonesia-AS Dorong Optimisme Bos Teknologi AS

Arahan News - WARTAKOTALIVE.COM - Bos-bos teknologi informasi di Amerika Serikat (AS) girang dengan perjanjian perdagangan Indonesia-AS yang baru disepakati.

Perjanjian yang bernama Agreement on Reciprocal Trade (ART) disepakati Indonesia dan AS pada Kamis (19/2/2026) waktu AS.

ART sendiri mencakup sektor perdagangan, investasi, digital, sumber daya alam, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, hingga keamanan ekonomi.

Di sektor digital, Indonesia berkomitmen untuk tidak memberlakukan pajak digital atau pajak serupa yang bersifat diskriminatif terhadap perusahaan-perusahaan teknologi asal AS, seperti Google, Meta, Amazon, dan Netflix.

Selain itu kedua negara sepakat untuk memfasilitasi transfer data melalui sarana elektronik melintasi perbatasan yang aman, dengan perlindungan yang memadai untuk kegiatan bisnis.

Ini mencakup kepastian pemindahan data pribadi ke Amerika Serikat.

Terkait hal ini, Bos-bos teknologi di AS pun girang dengan perjanjian tersebut.

Pernyataan bos teknologi itu dimuat di situs resmi pemerintah AS seperti dikutip Jumat (27/2/2026).

Beberapa bos raksasa teknologi yang girang itu di antaranya Wakil Presiden Senior Kebijakan Global Business Software Alliance, Aaron Cooper.

Cooper menilai perjanjian perdagangan AS-Indonesia merupakan terobosan dalam kebijakan perdagangan digital.

Ketentuan perjanjian untuk menghilangkan tarif pada produk digital tak berwujud, menjamin transfer data lintas batas, dan mendukung perpanjangan permanen moratorium bea cukai digital memperluas akses ke layanan digital dan mendukung adopsi teknologi.

Cooper yakin perjanjian ini mengirimkan sinyal kuat kepada ekonomi global dan banyak industri yang bergantung pada perdagangan digital yang terbuka dan aman, serta mencerminkan reformasi kunci yang telah menjadi prioritas utama BSA selama hampir satu dekade.

Selain itu Global Data Alliance juga mengucapkan selamat kepada Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia atas kesepakatan mereka untuk menghilangkan hambatan perdagangan digital.

Hambatan digital itu sebelumnya dianggap telah lama merusak kerja sama bilateral serta transformasi digital di Indonesia.

Diharapkan kesepakatan tersebut secara substansial mereformasi hubungan digital AS-Indonesia menjadi lebih baik.