OJK Peringatkan Dampak Penutupan Selat Hormuz terhadap Ekonomi Indonesia
Arahan News - Pejabat OJK Friderica Dewi sebut penutupan Selat Hormuz bisa ganggu 30% perdagangan minyak global, dorong inflasi dan suku bunga, berdampak ke Indonesia.
Jadi, Intinya Apa Sih?
OJK mengingatkan risiko ekonomi akibat penutupan Selat Hormuz.
Ditutupnya Selat Hormuz berpotensi naikkan inflasi global dan harga minyak.
Konflik geopolitik ganggu rantai pasok minyak, pengaruhi ekonomi Indonesia.
Ringkasan ini dihasilkan oleh AI dan telah diverifikasi oleh redaksi
Ukuran Font: 16px
periskop.id - Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, mengingatkan potensi risiko global akibat penutupan Selat Hormuz di Iran.
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengatakan sebagai jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar 30% perdagangan minyak dunia penutupan ini berpotensi menyebabkan gangguan berkepanjangan yang bisa berdampak langsung pada perekonomian global, termasuk Indonesia.
"Kalau tadi misalnya Selat Hormuz itu ditutup secara berkepanjangan maka ini akan sangat berpengaruh ke global termasuk Indonesia, karena Selat Hormuz ini dilalui oleh 30% perdagangan minyak dunia," ucapnya dalam agenda Market Outlook 2026 di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (3/3)
Ia menambahkan, Indonesia sebagai importir dan konsumen energi perlu menyiapkan strategi mitigasi untuk menghadapi kemungkinan fluktuasi harga minyak. Selain itu, potensi kenaikan ekonomi global ini diperkirakan akan diiringi oleh lonjakan inflasi di berbagai negara.
BACA JUGA
MSCI Tetapkan Indonesia Tetap di Emerging Market, OJK Percepat Reformasi Pasar Modal
24 Jun 2026
“Antisipasi rambatannya ke dalam ekonomi Indonesia, kenaikan dan harganya tentu akan menaikkan inflasi secara global,” tambahnya
Kondisi ini kata dia pada gilirannya mendorong bank-bank sentral untuk menyesuaikan suku bunga, langkah yang secara otomatis akan mengetatkan likuiditas di pasar keuangan internasional.
"Central Bank itu juga akan melihat ini sebagai satu konsideran yang utama hubungannya dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di dalam pasar keuangan global," sambungnya
BACA JUGA
Dugaan Pembiayaan Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Aset BPRS GP
21 Jun 2026
Sebagaimana diketahui,konflik geopolitik antara AS-Iran ke Israel menyebabkan terganggunya rantai pasok minyak dunia. Media lokal Tasnim sebelumnya melaporkan Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menutup jalur pengiriman minyak dan gas Selat Hormuz. Keputusan pemblokiran rute vital ini merespons eskalasi serangan brutal Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2).
"IRGC sudah memperingatkan berbagai kapal karena suasana yang tak aman di sekitar selat akibat agresi militer AS dan Israel serta tanggapan Iran, saat ini tidak aman untuk melewati selat tersebut," lapor Tasnim.
Akses utama distribusi energi dunia ini secara praktis berhenti beroperasi sepenuhnya. "Dengan penghentian lalu lintas kapal dan tanker melalui Selat Hormuz, selat tersebut pada dasarnya telah ditutup," tulis Tasnim.
Adapun, Selat Hormuz memegang peran sangat krusial sebagai rute perdagangan pasokan minyak global. Perairan sibuk ini membentang dari utara Iran hingga perbatasan selatan dekat Uni Emirat Arab dan Oman.
Maria Jessica Elvira Marus
Maria Jessica Elvira Marus meliput dan menulis berita untuk Periskop.id.
Add as a preferred
source on Google
Ikuti Kami:
WhatsApp Google News
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) konflik timur tengah AS-Israel Serang Iran ekonomi nasional
Bagikan:
Sebelumnya
TKA 2026 untuk SD dan SMP: Simulasi Online Pakai Exambrowser, berikut Link dan Langkah-Langkahnya!
Selanjutnya
Dubes Iran untuk Indonesia Sebut Tindakan AS dan Israel Langgar Piagam PBB
Berita Terkait
MSCI Tetapkan Indonesia Tetap di Emerging Market, OJK Percepat Reformasi Pasar Modal
Dugaan Pembiayaan Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Aset BPRS GP
OJK: Hasil Review MSCI Jadi Acuan Perbaikan Pasar Modal Indonesia
DPR, OJK, dan BEI Sepakat Geber Reformasi Integritas Pasar Modal
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar
Komentar




