Kementerian Keuangan RI Terapkan Hilirisasi untuk Mitigasi Dampak Perang AS-Iran
Arahan News - Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan mengklaim memiliki sejumlah strategi untuk memitigasi risiko konflik Timur Tengah yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Febrio Kacaribu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, menegaskan pemerintah terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Upaya mitigasi risiko dilakukan melalui percepatan keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, dan peningkatan daya saing produk ekspor bernilai tambah," ujar Febrio dalam keterangan pers, Selasa (3/3/2026).
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan diversifikasi mitra dagang utama melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional guna memperluas akses pasar dan memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia, di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Dia memaparkan pemerintah akan terus memantau risiko global akibat konflik di Timur Tengah secara cermat, khususnya pasca-serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang diikuti penutupan Selat Hormuz.
Baca Juga
Harga Minyak Melesat Imbas Perang AS-Iran, Ini Solusi Pemerintah
Ekonomi RI Berpotensi Terpukul Kenaikan Harga Minyak Global
Sentimen AS Serang Iran, BI Janji Jaga Rupiah Sesuai Fundamental
Next article →




