Kelas Menengah Indonesia Terus Menurun Pasca Pandemi
Sumber Foto: Kompas.com
Ekonomi

Kelas Menengah Indonesia Terus Menurun Pasca Pandemi

Arahan News - JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI melaporkan, jumlah dan persentase penduduk kelas menengah terus menurun sejak pandemi Covid-19.

Tren penurunan kelas menengah ini juga berlanjut setelah masa pandemi atau pada periode 2022 hingga 2024.

Sebaliknya, jumlah dan persentase penduduk menuju kelas menengah meningkat.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso menjelaskan, sekitar 53,88 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025 berasal dari konsumsi rumah tangga.

"80 persenan lebih itu dari kelas menengah, kelas menengah plus yang aspiring middle class, sehingga memang sangat penting sekali posisi kelas menengah," kata dia dalam UOB Media Editors Circle How the Middle Class Thrives in Economics Volatility, Senin (2/3/2026).

Pria yang karib disapa Susi tersebut menambahkan, sebelum pandemi Covid-19 jumlah kelas menengah Indonesia mencapai 21,5 persen.

Sementara semenjak pandemi usai, jumlah kelas menengah terus turun dari 19,82 persen pada 2021, hingga menjadi 17,13 persen pada 2024.

"Padahal kan konsumsi kita 54 persen dari konsumsi rumah tangga," ucap dia.

Susi mengungkapkan, sebenarnya kelas menengah adalah kontributor utama untuk konsumsi rumah tangga.

Secara persebaran wilayah, ia berujar, saat ini sebanyak 73 persen kelas menengah tinggal di kawasan perkotaan.

Sementara masyarakat yang menuju kelas menengah yang tinggal di perkotaan mencapai 60 persen.

"Selama beberapa tahun, kelas menengah cenderung berkembang di sektor jasa," ungkap dia.