Gilang Turunkan 13 Kg dalam 5 Bulan Melalui Intermittent Fasting dan Olahraga
Arahan News - KOMPAS.com - Gilang, karyawan swasta di Jakarta, berhasil menurunkan berat badan dari 85 kilogram menjadi 72 kilogram dalam waktu kurang dari lima bulan setelah menjalani pola makan intermittent fasting (IF) dan rutin berolahraga.
Gilang menceritakan pengalamannya saat diwawancarai Kompas.com pada Senin (9/3/2026).
Berat badan Gilang sebelumnya mencapai 85 kilogram sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengubah gaya hidupnya demi menjadi lebih sehat.
“Berat badan awal itu 85, sekarang berat saya 72. Jadi turun sekitar 13 kilo dalam waktu kurang dari lima bulan,” ujar Gilang.
Awal mula termotivasi menurunkan berat badan
Gilang mengaku awalnya tidak terlalu serius menanggapi komentar orang di sekitarnya tentang kondisi tubuhnya yang semakin gemuk.
Istri Gilang bahkan sempat menyarankannya untuk mulai menurunkan berat badan, namun ia masih mengabaikan saran tersebut.
Perubahan pola pikir Gilang muncul ketika ia melihat transformasi tubuh seorang teman lama semasa SMA yang berhasil menurunkan berat badan secara drastis.
“Motivasinya pertama karena disuruh istri udah kegemukan tapi masih ngeyel sebenarnya. Terus akhirnya saya di- add sama teman lama waktu SMA,” kata Gilang.
Menurut Gilang, perubahan tubuh temannya yang sangat drastis membuatnya mulai berpikir untuk melakukan hal yang sama.
“Ternyata perubahannya drastis banget tuh teman saya, terus saya mutusin buat saya enggak mau kayak gitu. Saya mau lebih kurus, lebih sehat,” ujarnya.
Menggabungkan IF dan olahraga pagi
Dok. pribadi Dengan pola makan intermittent fasting 18:6 dan olahraga rutin setelah Subuh, Gilang berhasil menurunkan 13 kilogram dalam waktu kurang dari lima bulan.
Setelah memiliki tekad untuk menurunkan berat badan, Gilang mulai menjalani pola makan intermittent fasting dengan metode 18:6.
Metode tersebut berarti tubuh menjalani puasa selama 18 jam dan memiliki waktu makan selama enam jam.
Gilang juga mengurangi konsumsi gula dan membatasi asupan karbohidrat sederhana seperti nasi. Karbohidrat kemudian diganti dengan sumber karbohidrat kompleks, seperti ubi.




